Tuesday, June 27, 2017

Pantun

KUMPULAN PANTUN-PANTUN

Orang kaya banyak berharta  

ke Sumatra setiap tahun
Bismillah saya membuka kata 

berseni sastra membuat pantun



Daun ilalang pucuknya mati 

buah pisang berwarna hitam
Pantun dikarang penghibur hati 

turut kembangkan budaya Etam



Daun ilalang taruh di topi 

daun Kurma ditambah lagi
Pantun kukarang di malam sepi 

kala purnama telah meninggi 


Ambil paku di Kota Raja 

di Kota Raja mendapat intan
Wahai saudaraku di mana saja 

pantun kukarang untuk kalian



Jalan-jalan sekitar taman 

jangan patahkan mawar berduri
Wahai kawan sesama seniman 

mari lestarikan budaya Etam


Anak badak mencari makan 

anak ketam di dalam tanah
Kalau tidak dilestarikan 

budaya Etam pastilah punah


Minum susu memakai rantang 

tumpah di bantal di atas tilam
Anak cucu di masa datang 

tidak kenal budaya Etam 

Kalau tilam sudahlah basah 
jemur sekarang di atas atap
Budaya etam sangatlah indah 

sungguh sayang, janganlah lenyap 

Terbang rendah burung peragam 

dari huma terbang ke hutan
Budaya daerah beraneka ragam 

mari bersama kita lestarikan 

Main gasing janganlah rebah 
memakai tali pelepah pisang
Budaya asing sudah merambah 

budaya asli janganlah hilang 
 

Mari menyanyi sambil menari 

suara dua tinggi dan rendah
Budaya negeri tetap lestari 

negeri kita semakin indah 


Air terjun bertangga dua 

tempat gadis mencuci kain
Syair, pantun, serta mamanda 

juga masih banyak yang lain 


Buah kelat waktu dirasa 

meludah lagi kalau tak nyaman
Wahai pejabat serta pengusaha 

bantulah kami para seniman 


Pohon kurma sebesar paha 

pohon Kemiri tidak berduri
Mari bersama kita berusaha 

membangun seni negeri sendiri 


Anak cecak mencari makan 

bersembunyi di bawah papan
Orang bijak pasti pikirkan 

hari ini dan masa depan 


Ada ikan namanya tenggiri 

ikan dibawa ke Muara Kaman
Melestarikan budaya negeri 

bukanlah hanya tugas seniman